Tips Cara Memilih Nama Bayi Anda

Memiliki bayi merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi tiap pasangan yang berumah tangga, karena mendapatkan titipan terbaik dari Tuhan Yang Maha Esa. Hal pertaman yang harus disiapkan bagi kehadiran sang bayi adalah nama jangan sampai bayi yang sudah lahir tidak memiliki nama.
Memberi nama pada bayi sama seperti memberi identitas kepada bayi tersebut,  identitas ini merupakan bayangan orang tua seperti apa jadinya anaknya kelak. Yang tak kalah penting adalah nama merupakan doa untuk sang bayi.
Berikut ini adalah tips memberi nama bayi.
Beri nama sendiri
Ada beberapa kasus dimana nama sang bayi merupakan usulan dari orang tua atau saudara karena tradisi keluarga atau tradisi masyarakat. Cukuplah nama keluarga atau marga yang disematkan, selanjutnya adalah cukuplah anda sendiri.
Masa depan bayi
Lihatlah dan bayangkan di masa depan kira-kira sang bayi akan menjadi apa, jangan hanya karena acara sinetron anda memberi nama sbastian, atau robert biar kelihatan keren. Kalau mengingkan bayi menjadi seorang pemimpin nama sukarno tentu sangat tepat, walupun bagi kebanyakan orang dianggap kampungan namun lebih relevan ketimbang nama yang sok kebule bulean namun sama sekali tidak bermakna.
Nama panggilan
Pikirkan juga nama panggilan bagi bayi anda kadang memanggil nama sesuai dengan nama asline terkesan kurang praktis, ambil contoh seperti anak artis ahmad dani dipanggil al, el, dul kan. Coba kalau dipanggil sesuai dengan nama aslinya yang panjang itu sama sekali tidak praktis kan.
Ambil nama dari moyang
Yang paling praktis adalah anda tinggal melihat nama-nama nenek moyang kita pada silsilah keluarga. Karena nama pada silsilah keluarga tentu menjadi ciri yang tidak dimiliki oleh keluarga lain. Selain itu kebanyakan kakek nenek moyang kita memiliki karakter yang hampir sama dengan kita sendiri bahkan dengan anak turunan kita sehingga tidak perluh susah-susah mencari nama pada kumpulan buku nama-nama.
Suasana bayi lahir
Tempat tanggal lahir hari dan bulan juga bisa dijadikan nama tambahan bagi sang bayi, misalnya kalau bayi lahir bulan agustus seringkali dinamakan agus kalau lelaki dan agustin kalau perempuan. Atau juga tempat daerah bayi lahir kalau lahir ditanah papua maka tidak ada salahnya memberi nama papua. Namun menggunakan nama dari tempat tanggaln lahir memiliki konsekuensi nama yang hampir seragam dengan yang lain, karena banyak sekali orang tua yang memberi nama pada bayi mereka sesua dengan nama hari, bulan, tempat dan lain-lain. Maka tidak heran kalau banyak sekali anak lelaki memiliki nama agus.
Berdiskusi dengan pasangan
Bayi merupakan buah hati pasangan rumah tangga untuk itu ada baik menentukan nama bagi bayi datang dari hasil diskusi berdua sehingga baik suami maupun istri dua-duanya memiliki andil dalam penamaan sang bayi. Selain itu dua kepala tentu lebih baik ketimbang satu kepala.
Jangan gunakan ejaan yang sulit
Jangan sekali-kali menggunakan ejaan yang terlalu sulit, memang perlu kreatifitas untuk memberi nama pada bayi namun jangan sampai bayi memiliki nama yang sulit untuk di eja, karena kasihan juga anak nya nanti, karena tentu teman-temanya akab kesulitan memanggilnya.
Hindari juga penamaan bayi yang menggunakan kata-kata memalukan atau menjijikan, karena itu akan memberikan identitas yang buruk bagi sang bayi. Bagaimanapun juga nama secara tidak langsung adalah identitas yang bisa menjadi beban atau kebanggaan bagi sang bayi sepanjang hidupnya.