Mengenal Kanker Ovarium Gejala Dan Pengobatanya

Kanker ovarium merupakan salah satu jenis kanker ganas yang menyerang ovarium organ dari wanita, dalam banyak kasus kanker ovarium ternyata diidap oleh wanita yang berusia tua yaitu diatas 40 tahun, dan banyak juga yang berusia di atas 60 tahun. Dibandingkan dengan jenis kanker yang lain kanker ovarium sendiri jarang terjadi namun demikian akibat dari kankeovarium sendiri tentu tidak main-main yaitu kematian.
Berdasarkan tempat sel kanker, kanker ovarium dibagi menjadi tiga yaitu; kanker epitel yaitu kanker yang terjadi atau tumbuh pada sel epitel yang terletak di permukaan ovarium, kanker germinal yang terjadi pada sel-sel penghasil sel telur pada ovarium dalam satu penelitian ternyata kanker germinal juga banyak sekali diidap oleh wanita yang berusia muda, dan terkahir adalah kanker stroma ovarium kanker yang tumbuh pada waktu ovarium melepaskan hormon-hormon wanita.
Yang menarik adalah penelitian yang menyebutkan bahwa faktor genetika memainkan peranan yang lebih penting, wanita yang memiliki garis keturunan pengidap penyakita kanker ovarium memiliki potensi yang lebih besar untuk terserang penyakit kanker ovarium dibandingkan dengan mereka yang tidak. Hal ini dikarenakan genetika berperan pada mutasi gen, sehingga berpengaruh terhadap perkembangan atau pertumbuhan dari sel kanker.
Penderita kanker ovarium sendiri sedikit sulit untuk dideteksi dikarenakan tidak menunjukkan gejala khusus, namun demikian biasanya wanita yang menderita kanker ovarium terlalu sering buang air kecil, sering nyeri pinggul berlebih, dan mual-mual, jadi jika anda mengalami atau mendapati seorang wanita mengalami gejala yang demikian segera bawa ke dokter untuk diketahui apakah ada kemungkinan atau tidak mengidap penyakit kanker. Dokter sendiri memiliki peralatan yang canggih berupa scan screening yang berguna untuk melakukan scan apakah pasien mengidap kanker atau tidak.

Sampai saat ini proses penyembuhan kanker ovarium pada medis adalah berupa  kemoterapi dan terapi radiasi, kemoterapi sendiri adalah dimaksudkan untuk membunuh dan menghambat perkembangan sel-sel kanker dengan radiasi tertentu selain itu adalah operasi. Saat ini metode kemoterapi adalah yang paling populer karena tidak menimbulkan sakit pada penderita. Namun demikian baik kemoterapi maupun operasi tidak menjamin 100 persen penderita untuk bebas dari penyakit kanker ovarium, saya sendiri sudah mengobservasinya sebagian besar penderita yang sudah menjalankan metoder kemoterapi ternyata tidak sembuh 100 persen, bahkan beberapa bulan kemudian malah tumbuh sel kanker lagi, baik ditempat yang sama maupun ditempat yang berbeda.
Metode alternatif selain medis adalah jaket anti kanker buatan prof warsito, dimana jaket buatan profesor warsito mengelurkan gelombang tertentu yang dapat membunuh sel kanker. Memang sampai saat ini masih dalam perdebatan karena belum adanya ijin resmin dari departemen kesehatan, namun dalam berbagai ujicoba sudah terbukti mampu menghancurkan berbagai macam sel kanker. Namun dipandang dari aspek akibat penggunaan jaket ini jauh lebih aman karena tidak menimbulkan efek samping sebagaimana metode kemoterapi, dari sisi biaya juga jaket ini sangat murah sekali bila dibandingkan dengan besaran biaya untuk penyembuhan penyakit kanker, seperti diketahui biaya kemoterapi sendiri mencapai puluhan sampai dengan ratusan juta rupiah tentu bukan angka yang sedikit apalagi buat orang yang kurang mampu.

Namun demikian untuk mencoba berbagai macam pengobatan alternatif selai pengobatan medis harus tetap berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter secara terus menerus karena bagaimanapun dokter lebih tahu kondisi dari pasien dan memiliki catatan-catatan kesehatan pasien secara ilmiah.